• Juli 9, 2024

Bagi Anda Yang Sering Makan Cepat Ketahui Ini

Bagi Anda yang tak jarang buru-buru makan coba ketika ini pelan-lahan. Mengunyah makanan dengan bagus terbukti membantu mengurangi risiko terkena kanker lambung.

Mungkin Anda ingat ketika dulu kecil pernah ramai soal mengunyah makanan sampai 32 kali supaya halus bagus untuk kesehatan. Ternyata mengunyah dengan bagus memang bisa memudahkan kerja lambung. Saat makanan dikunyah dengan bagus maka akan bertekstur seperti bubur dengan bantuan enzim yang ada sebelum dikirim terhadap usus.

“Untuk pencegahan, pertama itu tentunya berhubungan appletonhomeinspector.com dengan lambung ya. Tempat kita memproses makanan, jadi progres pertama itu ada di mulut kita dan kita harus mengunyah dengan bagus,” kata dokter spesialis bedah konsultan bedah digestif konsultan Agi Satria dalam pembicaraan daring di Jakarta.

Agi juga mengingatkan bahwa makanan yang masuk tubuh harus memenuhi kriteria nutrisi berimbang. Di dalam makanan yang kita santap ada karbohidrat, protein, lemak, dan serat.

“Kalau untuk karbohidratnya bisa dari nasi atau singkong, protein ada hewani dan nabati, lemak juga harus ada. Komposisinya tentu karbohidrat 60 persen, lemak 30 persen dan sisanya protein. Jangan lupa bagian vitamin dari buah dan sayur, serat 15 gram per hari itu akan lebih memudahkan (kerja lambung),” kata Agi mengutip Antara.

Makanan yang dikirim ke usus akan dicampurkan dengan cairan empedu untuk mencerna lemak dan sari-sarinya diserap sampai cuma menyisakan zat-zat yang tak dibutuhkan oleh tubuh.

Kecuali makanan, Agi juga mengingatkan untuk minum banyak air. Berhubung tinggal di negara tropis maka disarankan untuk meminum air putih sampai 1,5 liter air per hari.

Batasi Makanan Pedas dan Asam supaya Lambung Sehat

Supaya lambung tetap sehat, Agi memberi anjuran supaya tak banyak memakan makanan yang terlalu merangsang daya kerja kerongkongan dan lambung. Contohnya, mengkonsumsi makanan yang terlalu pedas dan asam.

Hindari juga mengkonsumsi makanan dalam kondisi yang benar-benar panas. Hal itu bisa merusak lapisan dalam lambung.

“Walaupun ada orang yang kuat makan makanan pedas, kecut atau berasa tajam, ingat bahwa energi lapisan di dalam lambung yang dimiliki setiap orang itu berbeda dan kita juga berbeda secara ras dengan negara lain,” ucap Agi.

Endoskopi untuk 40 Tahun ke Atas

Terakhir, bagi seseorang yang telah berusia 40 tahun ke atas, Agi memberi anjuran supaya yang bersangkutan seketika melakukan skrining kesehatan sebagai format deteksi dini kanker lambung dengan menerapkan endoskopi untuk melihat kondisi lambung.

“Kita tak bisa melihat, dokter tak bisa melihat dalamnya lambung anda seperti apa, kecuali menerapkan teropong. InsyaAllah seandainya itu telah dikerjakan, kita berikhtiar dan dikerjakan, kita tak akan terkena kanker lambung,” ucap Agi.